Kelas Jaringan Komputer
Dashboard MTCNA
● Siap Belajar RouterOS v7

Kuasai dasar jaringan dengan MikroTik MTCNA

Materi mandiri untuk memahami konfigurasi RouterOS dari nol: IP address, DHCP, routing, firewall, NAT, wireless, bandwidth management, tunnel, monitoring, dan troubleshooting.

10Modul inti
30+Contoh perintah CLI
5Praktikum terpadu
15Soal evaluasi

Capaian Pembelajaran

Konfigurasi Dasar

Mengakses RouterOS, mengatur identitas, user, interface, IP, DNS, waktu, dan layanan.

Layanan Jaringan

Membangun bridge, DHCP server/client, routing statis, NAT internet, dan koneksi wireless.

Operasi & Keamanan

Menerapkan firewall dasar, pembatasan bandwidth, backup, monitoring, serta troubleshooting.

Topologi Laboratorium

🌐
Internet/ISP
Gateway dinamis
MikroTik
ether1=WAN • bridge=LAN
💻
Client LAN
192.168.10.0/24
Catatan kelasMateri ini adalah bahan belajar mandiri, bukan pengganti pelatihan resmi atau ujian sertifikasi yang diselenggarakan trainer resmi MikroTik.
Modul 01

Dasar MTCNA dan Ekosistem MikroTik

Mengenal fungsi router, produk MikroTik, RouterBOARD, RouterOS, lisensi, antarmuka, serta gambaran kerja administrator jaringan.

1. Peran Router dalam Jaringan

Routing Layer 3

Meneruskan paket antarjaringan berdasarkan alamat IP dan tabel routing.

Network Services

Menyediakan DHCP, DNS cache, firewall, NAT, VPN, hotspot, QoS, dan monitoring.

2. Produk MikroTik

KomponenPenjelasanContoh penggunaan
RouterOSSistem operasi jaringan milik MikroTik.Router, firewall, AP, VPN gateway.
RouterBOARDPerangkat keras yang umumnya telah dilengkapi RouterOS.hAP, RB, CCR, CRS.
CHRCloud Hosted Router untuk lingkungan virtual.VMware, Hyper-V, Proxmox, cloud.
SwOSSistem operasi ringan untuk perangkat switch tertentu.Konfigurasi VLAN dan switching.

3. Metode Akses RouterOS

WinBox

GUI khusus MikroTik. Dapat mengakses melalui IP atau MAC address.

WebFig

Antarmuka web melalui HTTP/HTTPS untuk konfigurasi menggunakan browser.

Terminal

CLI melalui WinBox, SSH, serial console, atau terminal lokal.

Prinsip pentingPelajari GUI dan CLI bersama-sama. WinBox memudahkan eksplorasi menu, sedangkan CLI mempercepat konfigurasi berulang dan dokumentasi.

Checklist Pemahaman

Modul 02

RouterOS, Akses, dan Konfigurasi Awal

Menyiapkan router dengan identitas yang jelas, akun administrator aman, pembaruan sistem, waktu, DNS, dan layanan manajemen.

Urutan Konfigurasi Awal

1. Login & Identifikasi

Hubungkan laptop ke port LAN, akses WinBox, lalu periksa model, arsitektur, dan versi RouterOS.

2. Amankan Akses

Buat user baru, gunakan kata sandi kuat, batasi service, lalu nonaktifkan akun yang tidak diperlukan.

3. Update & Waktu

Periksa channel update, paket, firmware RouterBOARD, zona waktu, serta NTP client.

4. Backup

Simpan backup biner dan export teks sebelum perubahan besar.

Perintah Dasar CLI

Terminal — identitas dan informasi sistem
/system identity set name=R1-LAB
/system resource print
/system package print
/interface print
/ip address print
/ip route print
Terminal — user dan service
# Buat administrator baru sebelum mengubah admin bawaan
/user add name=netadmin group=full password="GantiDenganPasswordKuat"
/ip service disable telnet,ftp,www,api,api-ssl
/ip service set ssh address=192.168.10.0/24
/ip service set winbox address=192.168.10.0/24

Backup dan Export

Terminal — simpan konfigurasi
/system backup save name=backup-awal password="PasswordBackup"
/export file=konfigurasi-awal
# Backup biner cocok untuk perangkat yang sama; export berupa skrip teks.
Jangan terkunci dari routerSaat membatasi service atau menambah firewall input, gunakan Safe Mode di terminal dan pastikan jalur akses lokal tetap tersedia.
Modul 03

IP Address, Subnetting, ARP, dan DNS

Memahami alamat IPv4, prefix, network, broadcast, gateway, DNS, serta penerapannya pada interface RouterOS.

Konsep IPv4

PrefixSubnet maskTotal alamatHost usable umum
/24255.255.255.0256254
/25255.255.255.128128126
/26255.255.255.1926462
/27255.255.255.2243230
/28255.255.255.2401614
/30255.255.255.25242

Contoh Perencanaan

LAN: 192.168.10.0/24Network: 192.168.10.0 • Gateway: 192.168.10.1 • Pool DHCP: 192.168.10.10–192.168.10.200 • Broadcast: 192.168.10.255.
Terminal — IP address dan DNS
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN comment="Gateway LAN"
/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes
/ip address print detail
/ip arp print
/ip dns cache print

Alur Resolusi DNS

1. Client bertanya

Client meminta alamat IP sebuah nama domain kepada DNS resolver.

2. Router memeriksa cache

Router menjawab dari cache atau meneruskan permintaan ke DNS upstream.

3. Client terhubung

Setelah memperoleh IP tujuan, client membangun koneksi ke layanan tersebut.

Keamanan DNSallow-remote-requests=yes sebaiknya hanya dapat diakses dari jaringan tepercaya melalui aturan firewall input.
Modul 04

Bridge, Switching, DHCP Client dan DHCP Server

Menggabungkan port LAN pada Layer 2, memperoleh alamat WAN otomatis, dan mendistribusikan konfigurasi IP kepada client.

Membuat Bridge LAN

Terminal — bridge LAN
/interface bridge add name=bridge-LAN protocol-mode=rstp
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether2
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether3
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether4
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=ether5
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-LAN

WAN sebagai DHCP Client

Terminal — DHCP client WAN
/ip dhcp-client add interface=ether1 add-default-route=yes use-peer-dns=no disabled=no
/ip dhcp-client print detail

DHCP Server LAN

Terminal — konfigurasi manual DHCP server
/ip pool add name=pool-LAN ranges=192.168.10.10-192.168.10.200
/ip dhcp-server add name=dhcp-LAN interface=bridge-LAN address-pool=pool-LAN lease-time=8h disabled=no
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
/ip dhcp-server lease print

Proses DORA

Discover

Client mencari DHCP server melalui broadcast.

Offer

Server menawarkan alamat IP dan parameter jaringan.

Request

Client meminta penggunaan alamat yang ditawarkan.

Acknowledge

Server mengonfirmasi lease dan client mulai menggunakan IP.

Alternatif GUIGunakan menu IP → DHCP Server → DHCP Setup untuk wizard otomatis, lalu periksa kembali pool, network, gateway, dan DNS.
Modul 05

Routing Statis dan Tabel Routing

Membaca route aktif, connected route, default route, distance, gateway, dan membangun komunikasi antarrouter.

Jenis Route yang Umum

JenisSumberContoh
ConnectedTerbentuk otomatis saat IP aktif pada interface.192.168.10.0/24 reachable via bridge-LAN.
StaticDibuat administrator.10.20.0.0/24 via 172.16.0.2.
DynamicDiperoleh dari DHCP, PPP, atau protokol routing.Default route dari ISP.
DefaultTujuan untuk jaringan yang tidak lebih spesifik.0.0.0.0/0 via gateway ISP.

Contoh Dua Router

💻
LAN A
192.168.10.0/24
▣ ▣
R1 — R2
172.16.0.0/30
💻
LAN B
192.168.20.0/24
R1 — route menuju LAN B
/ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=172.16.0.2 comment="Ke LAN-B"
R2 — route menuju LAN A
/ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=172.16.0.1 comment="Ke LAN-A"

Distance dan Pemilihan Route

Router memilih prefix paling spesifik terlebih dahulu. Jika beberapa route memiliki prefix yang sama, route dengan distance lebih rendah biasanya lebih diprioritaskan.

Terminal — route utama dan cadangan
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.10.1 distance=1 comment="ISP utama"
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.20.20.1 distance=2 comment="ISP cadangan"
Routing dua arahPing akan berhasil apabila route pergi dan route kembali tersedia, serta firewall tidak memblokir trafik terkait.
Modul 06

Firewall Filter, Connection Tracking, dan NAT

Melindungi router, mengendalikan trafik transit, memahami chain input/forward/output, dan membagikan internet dengan source NAT.

Memilih Chain

input

Paket yang tujuan akhirnya adalah router, misalnya WinBox, DNS, ping, dan SSH ke router.

forward

Paket yang melewati router, misalnya client LAN menuju internet atau antarsubnet.

output

Paket yang dibuat oleh router, misalnya DNS query, NTP, ping, atau update.

Urutan Firewall Input Dasar

Terminal — baseline firewall input
# 1. Izinkan koneksi yang sudah dikenal
/ip firewall filter add chain=input action=accept connection-state=established,related,untracked comment="accept established related"

# 2. Buang paket invalid
/ip firewall filter add chain=input action=drop connection-state=invalid comment="drop invalid"

# 3. Izinkan ICMP seperlunya
/ip firewall filter add chain=input action=accept protocol=icmp comment="allow ICMP"

# 4. Izinkan manajemen dan DNS dari LAN
/ip firewall filter add chain=input action=accept in-interface=bridge-LAN comment="allow trusted LAN"

# 5. Tolak akses lain dari WAN
/ip firewall filter add chain=input action=drop in-interface=ether1 comment="drop other WAN input"

NAT Masquerade

Terminal — internet sharing untuk WAN dinamis
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade comment="NAT internet"
Masquerade vs src-natmasquerade lazim untuk IP WAN yang dapat berubah. Untuk alamat publik statis, administrator dapat menggunakan src-nat dengan alamat sumber yang ditentukan.

Connection State

StateArti praktis
newKoneksi baru atau paket awal yang belum menjadi bagian koneksi established.
establishedPaket bagian dari koneksi yang telah dikenali.
relatedKoneksi baru yang berkaitan dengan koneksi lain yang telah dikenali.
invalidPaket tidak dapat dikaitkan dengan koneksi yang valid.
Perhatikan urutan ruleFirewall diproses dari atas ke bawah. Rule yang terlalu umum di atas dapat membuat rule di bawah tidak pernah digunakan.
Modul 07

Dasar Wireless LAN MikroTik

Memahami band, channel width, SSID, mode AP/station, keamanan WPA2/WPA3, interferensi, signal strength, dan pemilihan paket wireless.

Perbedaan menu RouterOSPerangkat dan paket yang digunakan dapat menampilkan menu Wireless atau WiFi. Periksa model perangkat, versi RouterOS, arsitektur, dan paket driver.

Band 2.4 GHz dan 5 GHz

2.4 GHz

Jangkauan cenderung lebih luas dan kompatibilitas tinggi, tetapi kanal lebih padat dan interferensi lebih sering.

5 GHz

Kapasitas dan pilihan kanal umumnya lebih baik, tetapi jangkauan dan penetrasi dinding dapat lebih rendah.

Parameter Penting

ParameterFungsiPraktik baik
SSIDNama jaringan Wi-Fi.Gunakan nama yang jelas tanpa informasi sensitif.
Frequency/channelMenentukan kanal radio.Lakukan scan dan pilih kanal yang lebih bersih.
Channel widthLebar kanal radio.Sesuaikan dengan kepadatan spektrum dan kebutuhan throughput.
SecurityOtentikasi dan enkripsi.Gunakan WPA2/WPA3 dengan passphrase kuat sesuai dukungan perangkat.
CountryMenerapkan batas regulasi radio.Pilih negara sesuai lokasi penggunaan.

Contoh Konsep AP

Terminal — contoh legacy wireless (sesuaikan perangkat)
/interface wireless security-profiles add name=sec-LAB authentication-types=wpa2-psk wpa2-pre-shared-key="PasswordWiFiKuat"
/interface wireless set wlan1 mode=ap-bridge ssid="LAB-MTCNA" band=2ghz-b/g/n security-profile=sec-LAB disabled=no
/interface bridge port add bridge=bridge-LAN interface=wlan1

Analisis Kualitas Link

Signal Strength

Kekuatan sinyal yang diterima. Nilai lebih mendekati 0 dBm berarti lebih kuat.

Noise Floor

Tingkat kebisingan radio yang dapat mengurangi kualitas komunikasi.

SNR

Selisih signal terhadap noise. Selisih yang lebih besar umumnya lebih baik.

Modul 08

Bandwidth Management dengan Queue

Membatasi kecepatan, membagi bandwidth, memahami upload/download dari perspektif router, Simple Queue, Queue Tree, PCQ, dan pengukuran trafik.

Simple Queue

Terminal — limit satu client
/queue simple add name="Client-01" target=192.168.10.10/32 max-limit=5M/10M
# Format max-limit pada Simple Queue: upload/download dari target.
Terminal — limit satu subnet
/queue simple add name="LAN-Total" target=192.168.10.0/24 max-limit=20M/50M

Komponen Queue

ParameterFungsi
targetAlamat IP, subnet, atau interface yang menjadi sasaran.
max-limitBatas maksimum trafik.
limit-atJaminan bandwidth saat tersedia dalam struktur hierarki yang tepat.
priorityPrioritas relatif 1–8; angka lebih kecil berarti lebih tinggi.
queue typeAlgoritma antrean seperti default-small atau PCQ.

PCQ untuk Pembagian Relatif Merata

Terminal — tipe PCQ contoh
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
/queue simple add name="PCQ-LAN" target=192.168.10.0/24 max-limit=20M/50M queue=pcq-upload/pcq-download
FastTrack dan queuePada desain tertentu, FastTrack dapat membuat sebagian trafik melewati pemrosesan queue tertentu. Verifikasi counter dan hasil pengujian saat menerapkan QoS.
Modul 09

PPP, PPPoE, Profile, Secret, dan Tunnel Dasar

Mengenal koneksi point-to-point, autentikasi, address assignment, profile, PPP secret, PPPoE client/server, dan prinsip VPN.

PPPoE Client ke ISP

Terminal — PPPoE client
/interface pppoe-client add name=pppoe-ISP interface=ether1 user="pelanggan" password="rahasia" add-default-route=yes use-peer-dns=no disabled=no
/interface pppoe-client print detail

Komponen PPP Server

Profile

Menyimpan local address, remote pool, DNS, rate limit, bridge, dan parameter sesi.

Secret

Akun PPP berisi username, password, service, profile, dan alamat tertentu.

Active Connections

Menampilkan sesi pengguna yang sedang aktif beserta IP dan uptime.

Terminal — contoh profile dan secret
/ip pool add name=pool-ppp ranges=10.10.10.10-10.10.10.100
/ppp profile add name=profile-user local-address=10.10.10.1 remote-address=pool-ppp dns-server=10.10.10.1 rate-limit=5M/10M
/ppp secret add name=user01 password="PasswordUser" service=pppoe profile=profile-user

Prinsip Pemilihan VPN

KebutuhanPertimbangan
Remote accessAutentikasi pengguna, enkripsi, kompatibilitas client, dan pembatasan akses.
Site-to-siteSubnet kedua lokasi, route, firewall, MTU, dan kestabilan endpoint.
KeamananPilih protokol dan cipher modern yang didukung kedua sisi; hindari protokol usang.
Modul 10

Monitoring, Troubleshooting, Backup, dan Hardening

Menggunakan ping, traceroute, torch, sniffer, log, graphing, resource monitor, connection tracking, serta prosedur diagnosis yang sistematis.

Toolkit Administrator

ToolKegunaanContoh fokus
PingMenguji reachability dan latency.Gateway, internet IP, domain.
TracerouteMelihat hop menuju tujuan.Menemukan titik putus jalur.
TorchMelihat trafik real-time pada interface.IP, port, protokol, rate.
Packet SnifferMenangkap dan menganalisis paket.DHCP, DNS, TCP handshake.
LogMerekam kejadian sistem.Interface down, login, DHCP, firewall.
ProfileMelihat penggunaan CPU per proses.Firewall, management, networking.
Terminal — diagnosis cepat
/ping 8.8.8.8 count=5
/ping google.com count=5
/tool traceroute 8.8.8.8
/tool torch interface=ether1
/log print
/system resource print
/tool profile

Metode Troubleshooting Berlapis

1. Physical

Periksa power, kabel, LED link, interface running, SFP, dan negosiasi speed/duplex.

2. Data Link

Periksa bridge port, VLAN, MAC table, wireless registration, dan loop.

3. Network

Periksa IP/prefix, ARP, gateway, route aktif, ping lokal, dan ping remote.

4. Service

Periksa DHCP lease, DNS, NAT, firewall, port layanan, log, dan aplikasi.

Checklist Hardening

Laboratorium

Praktikum Terpadu MTCNA

Gunakan CHR, perangkat RouterBOARD, atau simulator laboratorium yang tersedia. Kerjakan berurutan dan simpan export setiap akhir praktik.

1

Basic Internet Gateway

Target: client LAN mendapat IP dan dapat mengakses internet.
01
Reset konfigurasi hanya pada perangkat laboratorium dan login kembali.
02
Buat bridge-LAN, masukkan ether2–ether5, lalu beri IP 192.168.10.1/24.
03
Aktifkan DHCP client pada ether1 dan pastikan memperoleh IP serta default route.
04
Buat DHCP server LAN dengan pool 192.168.10.10–192.168.10.200.
05
Aktifkan DNS cache dan source NAT masquerade.
06
Uji client: IP, gateway, ping router, ping 8.8.8.8, dan resolusi domain.
2

Secure Router Management

Target: akses manajemen hanya dari LAN.
01
Buat user administrator baru dan verifikasi login.
02
Nonaktifkan telnet, FTP, API, dan service lain yang tidak digunakan.
03
Batasi WinBox dan SSH ke 192.168.10.0/24.
04
Terapkan firewall input dasar menggunakan Safe Mode.
05
Uji akses dari LAN dan pastikan akses dari interface WAN tertolak.
3

Static Routing Antarrouter

Target: LAN A dan LAN B saling berkomunikasi.
01
R1 LAN 192.168.10.0/24, R2 LAN 192.168.20.0/24.
02
Hubungkan R1–R2 dengan subnet transit 172.16.0.0/30.
03
Tambahkan static route di kedua router.
04
Uji ping gateway, IP transit, dan client di LAN lawan.
05
Gunakan traceroute dan jelaskan setiap hop.
4

Bandwidth Management

Target: membatasi dua client dengan kebijakan berbeda.
01
Buat static lease untuk client A dan B.
02
Client A: maksimum 5 Mbps upload / 10 Mbps download.
03
Client B: maksimum 2 Mbps upload / 5 Mbps download.
04
Amati counter queue dan trafik menggunakan Torch.
05
Catat hasil pengujian sebelum dan sesudah queue.
5

Final Troubleshooting Challenge

Target: menemukan gangguan tanpa melihat jawaban terlebih dahulu.
A
Client memperoleh IP tetapi tidak bisa ping gateway.
B
Client bisa ping 8.8.8.8 tetapi tidak bisa membuka nama domain.
C
Router bisa internet tetapi client tidak bisa internet.
D
LAN A bisa mencapai IP transit R2 tetapi tidak bisa mencapai LAN B.
E
Simple Queue terlihat aktif, tetapi kecepatan client tidak sesuai kebijakan.
Evaluasi

Uji Kompetensi MTCNA Dasar

Pilih satu jawaban terbaik. Nilai minimal latihan yang disarankan: 80%.

1. Chain firewall untuk paket yang menuju router itu sendiri adalah…

2. Prefix /24 memiliki subnet mask…

3. Fungsi utama NAT masquerade pada gateway internet adalah…

4. Urutan DHCP yang benar adalah…

5. Route tujuan 0.0.0.0/0 disebut…

6. Tool untuk melihat trafik real-time per interface adalah…

7. Route dengan prefix paling spesifik akan…

8. Fungsi bridge adalah…

9. Connection state yang sebaiknya umumnya dibuang adalah…

10. Jika ping 8.8.8.8 berhasil tetapi ping nama domain gagal, komponen pertama yang diperiksa adalah…

11. Metode akses GUI khusus MikroTik adalah…

12. Pada Simple Queue, target digunakan untuk…

13. Agar LAN A dan LAN B di belakang dua router dapat berkomunikasi, diperlukan…

14. Langkah aman sebelum perubahan konfigurasi besar adalah…

15. Untuk jaringan Wi-Fi, pilihan keamanan yang tepat adalah…

Sumber Belajar

Referensi Resmi dan Pengembangan Lanjutan

Gunakan dokumentasi resmi untuk menyesuaikan perintah dengan versi RouterOS, model perangkat, dan paket yang digunakan.

Jalur Belajar Setelah MTCNA

Routing

Perdalam static routing, OSPF, BGP, policy routing, dan desain redundansi.

Wireless

Perdalam RF, link budget, CAPsMAN, roaming, security, dan troubleshooting spektrum.

Security & QoS

Perdalam firewall, VPN, attack mitigation, mangle, queue tree, dan traffic engineering.

Rekomendasi pengajarSetiap peserta sebaiknya mengumpulkan bukti praktik berupa diagram topologi, tabel IP, export konfigurasi, screenshot hasil ping, dan catatan troubleshooting.
Tersalin