MEDIA PEMBELAJARAN TKJ
Beranda | MikroTik MTCNA
Belajar konfigurasi server Debian secara terarah dan praktis.
Pelajari perintah dasar Linux, layanan server Debian, serta konfigurasi router MikroTik seperti IP address, DHCP, NAT, firewall, dan manajemen bandwidth melalui contoh yang ramah untuk siswa SMK.
root@debian:~# ip address
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP>
inet 192.168.10.2/24
root@debian:~# systemctl status ssh
β ssh.service - OpenBSD Secure Shell server
Active: active (running)
ALUR BELAJAR
Tahapan menjadi administrator Debian dan MikroTik
Kenali Debian
Memahami fungsi server, user root, struktur direktori, dan terminal.
Atur Jaringan
Mengonfigurasi IP Debian, interface MikroTik, gateway, DNS, dan konektivitas.
Pasang Layanan
Menginstal layanan Debian serta mengaktifkan DHCP, NAT, dan firewall MikroTik.
Uji dan Dokumentasikan
Menguji layanan, membaca status, memperbaiki error, dan menyusun laporan.
MODUL PEMBELAJARAN
Materi konfigurasi Debian
Perkembangan belajar konfigurasi Debian
Progres diperbarui otomatis ketika modul ditandai selesai dan tetap tersimpan saat browser ditutup.
Modul 1
Dasar Debian dan Perintah Linux
Mengenal terminal, direktori, pengguna, paket, serta hak akses.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menggunakan perintah dasar Debian melalui terminal dengan benar.
pwdMenampilkan direktori aktif.
ls -lahMelihat isi direktori secara lengkap.
cd /etcBerpindah ke direktori konfigurasi.
mkdir latihanMembuat direktori baru.
cp sumber tujuanMenyalin file atau direktori.
nano file.confMengedit file konfigurasi.
apt updateMemperbarui indeks paket.
apt install paketMemasang paket aplikasi.
sudo.
Modul 2
Konfigurasi IP Address Statis
Mengatur alamat IP, netmask, gateway, dan DNS pada Debian.
Langkah Konfigurasi
Periksa nama antarmuka jaringan:
ip link
ip address
Edit file konfigurasi jaringan:
nano /etc/network/interfaces
Contoh konfigurasi IP statis:
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1
dns-nameservers 8.8.8.8 1.1.1.1
Terapkan konfigurasi:
systemctl restart networking
ip address
ping -c 4 192.168.10.1
ens33, enp0s3, atau eth0.
Modul 3
Konfigurasi SSH Server
Mengakses server Debian dari komputer lain secara aman.
Instalasi dan Pengujian
apt update
apt install openssh-server -y
systemctl enable --now ssh
systemctl status ssh
Hubungkan dari komputer klien:
ssh namauser@192.168.10.2
File utama konfigurasi SSH:
/etc/ssh/sshd_config
systemctl restart ssh.
Modul 4
Konfigurasi Web Server Apache
Menyiapkan halaman web lokal pada server Debian.
Instalasi Apache
apt install apache2 -y
systemctl enable --now apache2
systemctl status apache2
Direktori utama dokumen web:
/var/www/html
Buat halaman sederhana:
echo "<h1>Server TKJ Aktif</h1>" > /var/www/html/index.html
Akses dari browser klien:
http://192.168.10.2
Modul 5
Konfigurasi DHCP Server
Membagikan alamat IP secara otomatis kepada komputer klien.
Instalasi DHCP
apt install isc-dhcp-server -y
nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
Contoh konfigurasi:
subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.10.100 192.168.10.200;
option routers 192.168.10.1;
option domain-name-servers 192.168.10.2;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Tentukan interface layanan pada /etc/default/isc-dhcp-server:
INTERFACESv4="enp0s3"
systemctl restart isc-dhcp-server
systemctl status isc-dhcp-server
Modul 6
Konfigurasi DNS Server BIND9
Menerjemahkan nama domain lokal menjadi alamat IP.
Instalasi DNS
apt install bind9 bind9utils -y
Tambahkan zona pada /etc/bind/named.conf.local:
zone "sekolah.local" {
type master;
file "/etc/bind/db.sekolah";
};
Contoh record zona:
$TTL 604800
@ IN SOA ns.sekolah.local. admin.sekolah.local. (
2 604800 86400 2419200 604800 )
@ IN NS ns.sekolah.local.
ns IN A 192.168.10.2
www IN A 192.168.10.2
Periksa dan uji:
named-checkconf
named-checkzone sekolah.local /etc/bind/db.sekolah
systemctl restart bind9
nslookup www.sekolah.local 192.168.10.2
Modul 7
Konfigurasi FTP Server dengan vsftpd
Menyediakan layanan unggah dan unduh file melalui jaringan menggunakan FTP.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu memasang, mengonfigurasi, menguji, dan mengamankan FTP Server sederhana pada Debian.
1. Instalasi vsftpd
apt update
apt install vsftpd -y
systemctl enable --now vsftpd
systemctl status vsftpd
2. Cadangkan dan edit konfigurasi
cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.backup
nano /etc/vsftpd.conf
Pastikan parameter berikut aktif:
listen=NO
listen_ipv6=YES
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
local_umask=022
chroot_local_user=YES
allow_writeable_chroot=YES
3. Buat pengguna FTP
adduser siswaftp
mkdir -p /home/siswaftp/ftp/upload
chown -R siswaftp:siswaftp /home/siswaftp/ftp
4. Restart dan pengujian
systemctl restart vsftpd
ss -tulpn | grep :21
ftp 192.168.10.2
Pengujian juga dapat dilakukan melalui FileZilla dengan host 192.168.10.2, port 21, serta akun siswaftp.
Modul 8
Sharing File Debian dengan Samba
Membagikan folder Debian agar dapat diakses dari komputer Windows maupun Linux.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu membuat folder bersama, akun Samba, hak akses, dan menguji akses dari komputer klien.
1. Instalasi Samba
apt update
apt install samba smbclient -y
systemctl enable --now smbd
systemctl status smbd
2. Buat folder sharing
mkdir -p /srv/samba/tkj
groupadd sambashare
chown -R root:sambashare /srv/samba/tkj
chmod -R 2770 /srv/samba/tkj
3. Buat pengguna Samba
adduser siswa
usermod -aG sambashare siswa
smbpasswd -a siswa
4. Tambahkan konfigurasi share
Edit file /etc/samba/smb.conf, lalu tambahkan bagian berikut di paling bawah:
[DataTKJ]
path = /srv/samba/tkj
browseable = yes
read only = no
guest ok = no
valid users = @sambashare
create mask = 0660
directory mask = 2770
5. Validasi, restart, dan pengujian
testparm
systemctl restart smbd
smbclient -L //192.168.10.2 -U siswa
Dari Windows, buka File Explorer lalu masukkan:
\\192.168.10.2\DataTKJ
sambashare dan mempunyai kata sandi Samba agar dapat menulis ke folder.
ROUTEROS & JARINGAN
Materi konfigurasi MikroTik
Router sebagai pusat pengatur jaringan
MikroTik digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet, membagikan alamat IP, menerapkan keamanan, dan mengatur penggunaan bandwidth. Konfigurasi dapat dilakukan melalui Winbox, WebFig, atau Command Line Interface (CLI).
Contoh topologi dasar laboratorium
Contoh: ether1 sebagai WAN/internet dan ether2 sebagai LAN dengan jaringan 192.168.20.0/24.
Modul 9
Pengenalan MikroTik, RouterOS, dan Winbox
Mengenal fungsi router, metode login, interface, dan konfigurasi awal.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu masuk ke RouterOS, mengenali menu Winbox, mengubah identitas router, dan melakukan pemeriksaan konfigurasi dasar.
Konsep Dasar
RouterOSSistem operasi jaringan yang berjalan pada perangkat MikroTik.
WinboxAplikasi berbasis GUI untuk mengelola RouterOS.
WebFigAntarmuka konfigurasi RouterOS melalui browser.
CLIKonfigurasi menggunakan perintah pada terminal RouterOS.
Contoh konfigurasi identitas router
Winbox: System β Identity β Name: R-MIKROTIK-TKJ/system identity set name=R-MIKROTIK-TKJ
/system identity print
/interface print
/system resource print
[admin@R-MIKROTIK-TKJ] >, sehingga router mudah dikenali.Modul 10
Konfigurasi Interface, IP Address, Gateway, dan DNS
Menetapkan alamat WAN dan LAN agar router dapat berkomunikasi dengan internet dan klien.
Rencana Alamat Jaringan
| Interface | Fungsi | Contoh alamat |
|---|---|---|
ether1 | WAN menuju modem | 192.168.1.2/24 |
ether2 | LAN menuju switch | 192.168.20.1/24 |
/interface ethernet set ether1 name=WAN
/interface ethernet set ether2 name=LAN
/ip address add address=192.168.1.2/24 interface=WAN comment="IP WAN"
/ip address add address=192.168.20.1/24 interface=LAN comment="Gateway LAN"
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1
/ip dns set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes
Pengujian
/ip address print
/ip route print
/ping 192.168.1.1 count=4
/ping 8.8.8.8 count=4
/ping google.com count=4
Modul 11
Konfigurasi DHCP Server MikroTik
Membagikan IP, gateway, dan DNS secara otomatis kepada komputer klien.
Contoh kebutuhan
Jaringan LAN menggunakan 192.168.20.0/24. Klien memperoleh IP otomatis dari 192.168.20.10 sampai 192.168.20.200.
/ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.20.10-192.168.20.200
/ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=LAN address-pool=pool-lan lease-time=1h disabled=no
/ip dhcp-server network add address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.20.1 dns-server=192.168.20.1,8.8.8.8
Melihat klien yang memperoleh IP
/ip dhcp-server print
/ip dhcp-server lease print
/ip pool print
192.168.20.10/24, gateway 192.168.20.1, dan DNS dari MikroTik.Modul 12
Konfigurasi NAT Masquerade untuk Akses Internet
Menerjemahkan alamat IP privat klien agar dapat mengakses internet melalui interface WAN.
Konsep NAT
Alamat privat 192.168.20.0/24 tidak dirutekan langsung di internet. Aturan srcnat masquerade mengganti alamat sumber klien dengan alamat WAN router.
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=WAN action=masquerade comment="Internet untuk LAN"
/ip firewall nat print
Urutan pengujian dari komputer klien
ping 192.168.20.1
ping 8.8.8.8
ping google.com
8.8.8.8 gagal, periksa route dan NAT. Jika 8.8.8.8 berhasil tetapi nama domain gagal, periksa DNS.Modul 13
Firewall Dasar dan Manajemen Bandwidth
Melindungi router dari akses yang tidak diizinkan dan membatasi bandwidth klien.
Firewall input dasar
Chain input melindungi router. Chain forward mengatur lalu lintas yang melewati router.
/ip firewall filter add chain=input connection-state=established,related action=accept comment="Terima koneksi terkait"
/ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="Buang koneksi invalid"
/ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=accept comment="Izinkan ping"
/ip firewall filter add chain=input in-interface=LAN action=accept comment="Kelola router dari LAN"
/ip firewall filter add chain=input action=drop comment="Tolak akses lain ke router"
drop.Contoh Simple Queue
Winbox: Queues β Simple Queues β +/queue simple add name="PC-LAB-01" target=192.168.20.10/32 max-limit=5M/5M
/queue simple print stats
Perintah tersebut membatasi unggah dan unduh komputer 192.168.20.10 maksimal 5 Mbps.
SIMULASI INTERAKTIF
Terminal Lab Debian
DebianLab Terminal Simulator
Ketik help untuk melihat daftar perintah.
LEMBAR KERJA SISWA
Praktikum konfigurasi server
Praktikum 1: Identitas dan Jaringan Server
Konfigurasikan hostname dan IP statis pada Debian.
- Hostname:
server-tkj - IP:
192.168.10.2/24 - Gateway:
192.168.10.1
Lihat langkah kerja
- Periksa interface menggunakan
ip link. - Edit
/etc/network/interfaces. - Restart layanan jaringan.
- Uji dengan
ping.
Praktikum 2: Remote SSH
Pasang SSH Server dan lakukan remote dari komputer klien.
- Port standar:
22 - Akun klien:
siswa - Target:
192.168.10.2
Lihat langkah kerja
- Instal paket
openssh-server. - Aktifkan layanan SSH.
- Uji koneksi dari klien.
Praktikum 3: Web Server Lokal
Pasang Apache dan tampilkan halaman profil sekolah.
- Dokumen:
/var/www/html/index.html - Layanan:
apache2 - Protokol: HTTP
Lihat langkah kerja
- Instal Apache.
- Edit halaman index.
- Akses melalui IP server.
Praktikum 4: DHCP Server
Bagikan IP otomatis untuk 20 komputer klien.
- Range:
192.168.10.100-120 - Lease:
600detik - DNS:
192.168.10.2
Lihat langkah kerja
- Pasang ISC DHCP Server.
- Atur subnet dan range.
- Pilih interface layanan.
- Uji dari klien.
Praktikum 5: DNS Lokal
Buat domain labtkj.local untuk web server.
- NS:
ns.labtkj.local - WWW:
192.168.10.2 - Paket:
bind9
Lihat langkah kerja
- Buat zona forward.
- Tambahkan record NS dan A.
- Validasi zona.
- Uji dengan
nslookup.
Praktikum 6: FTP Server
Buat layanan transfer file untuk pengguna lokal menggunakan vsftpd.
- Pengguna:
siswaftp - Folder unggah:
/home/siswaftp/ftp/upload - Port layanan:
21
Lihat langkah kerja
- Pasang dan aktifkan vsftpd.
- Aktifkan login pengguna lokal dan izin menulis.
- Buat akun serta folder unggah.
- Uji proses unggah dan unduh dari klien.
Praktikum 7: Sharing File Samba
Buat folder bersama yang hanya dapat diakses oleh anggota grup TKJ.
- Nama share:
DataTKJ - Folder:
/srv/samba/tkj - Grup:
sambashare
Lihat langkah kerja
- Pasang Samba dan buat folder sharing.
- Atur grup serta hak akses folder.
- Tambahkan akun Samba.
- Validasi dengan
testparm. - Uji akses baca dan tulis dari Windows.
Praktikum 8: Konfigurasi Awal MikroTik
Masuk melalui Winbox dan siapkan identitas serta nama interface router.
- Identity:
R-MIKROTIK-TKJ ether1: WANether2: LAN
Lihat langkah kerja
- Hubungkan laptop ke MikroTik dan buka Winbox.
- Login menggunakan MAC Address atau IP router.
- Ubah identity melalui menu System.
- Ubah nama interface WAN dan LAN.
- Simpan tangkapan layar konfigurasi.
Praktikum 9: IP dan DHCP MikroTik
Buat jaringan LAN yang memberikan IP otomatis kepada komputer siswa.
- Gateway LAN:
192.168.20.1/24 - Pool:
192.168.20.10-200 - Lease time:
1h
Lihat langkah kerja
- Tambahkan IP pada interface LAN.
- Buat IP Pool.
- Buat DHCP Server dan DHCP Network.
- Atur klien memperoleh IP otomatis.
- Periksa daftar DHCP Lease.
Praktikum 10: Internet Gateway dan NAT
Hubungkan LAN ke internet melalui interface WAN.
- Default route:
0.0.0.0/0 - DNS:
8.8.8.8 - NAT:
masquerade
Lihat langkah kerja
- Konfigurasikan IP WAN dan default gateway.
- Atur DNS RouterOS.
- Buat rule NAT masquerade.
- Uji ping IP publik dan nama domain.
- Catat hasil pengujian.
Praktikum 11: Firewall Dasar MikroTik
Buat rule yang mengizinkan pengelolaan router dari LAN dan menolak akses lain.
- Accept:
established,related - Drop:
invalid - Management: hanya dari LAN
Lihat langkah kerja
- Buat rule accept koneksi established dan related.
- Buat rule drop koneksi invalid.
- Izinkan ICMP dan akses dari LAN.
- Tambahkan rule drop terakhir.
- Uji Winbox dari LAN dan WAN.
Praktikum 12: Pembatasan Bandwidth
Batasi bandwidth satu komputer laboratorium menggunakan Simple Queue.
- Target:
192.168.20.10/32 - Upload:
5M - Download:
5M
Lihat langkah kerja
- Pastikan klien menggunakan IP tetap atau static lease.
- Buat Simple Queue untuk target klien.
- Lakukan pengujian kecepatan.
- Amati statistik traffic pada queue.
- Bandingkan hasil sebelum dan sesudah limit.
Format Penilaian Praktikum
ISTILAH PENTING
Glosarium Debian dan jaringan
APT
Pengelola paket pada Debian untuk memasang, memperbarui, dan menghapus aplikasi.
Root
Pengguna dengan hak akses administratif tertinggi pada sistem Linux.
Service
Program yang berjalan di latar belakang untuk menyediakan fungsi tertentu.
IP Address
Alamat logis yang digunakan perangkat untuk berkomunikasi dalam jaringan.
Gateway
Perangkat atau alamat tujuan untuk menghubungkan jaringan lokal ke jaringan lain.
DNS
Layanan yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.
DHCP
Layanan yang membagikan konfigurasi IP kepada klien secara otomatis.
SSH
Protokol aman untuk mengakses dan mengelola komputer dari jarak jauh.
Apache
Aplikasi web server untuk melayani halaman web melalui HTTP atau HTTPS.
BIND9
Perangkat lunak DNS Server yang umum digunakan pada sistem Linux.
Interface
Antarmuka jaringan fisik atau virtual pada sistem operasi.
Subnet
Pembagian jaringan IP menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil.
FTP
Protokol untuk mengunggah dan mengunduh file antara klien dan server melalui jaringan.
vsftpd
Aplikasi FTP Server yang ringan dan banyak digunakan pada sistem Debian.
Samba
Layanan berbagi file dan printer antara Linux, Windows, dan perangkat lain melalui protokol SMB.
SMB
Protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses file, folder, dan printer bersama.
MikroTik
Perangkat dan sistem jaringan yang digunakan untuk routing, firewall, hotspot, VPN, dan manajemen bandwidth.
RouterOS
Sistem operasi milik MikroTik yang menyediakan fitur routing dan pengelolaan jaringan.
Winbox
Aplikasi GUI untuk mengonfigurasi perangkat MikroTik melalui IP Address atau MAC Address.
Bridge
Interface logis untuk menggabungkan beberapa port agar berada dalam satu segmen jaringan.
NAT
Proses menerjemahkan alamat IP, umumnya agar jaringan privat dapat mengakses internet.
Masquerade
Aksi NAT dinamis yang menggunakan alamat IP pada interface keluar sebagai alamat sumber.
Firewall Filter
Aturan untuk menerima, menolak, atau membuang lalu lintas berdasarkan kriteria tertentu.
Simple Queue
Fitur RouterOS untuk membatasi kecepatan unggah dan unduh target jaringan secara sederhana.