MEDIA PEMBELAJARAN TKJ

Beranda | MikroTik MTCNA

πŸ‘¨β€πŸ’»
Mode Belajar Administrator Debian & MikroTik
Debian GNU/Linux
|

Belajar konfigurasi server Debian secara terarah dan praktis.

Pelajari perintah dasar Linux, layanan server Debian, serta konfigurasi router MikroTik seperti IP address, DHCP, NAT, firewall, dan manajemen bandwidth melalui contoh yang ramah untuk siswa SMK.

root@debian:~
root@debian:~# ip address
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP>
    inet 192.168.10.2/24

root@debian:~# systemctl status ssh
● ssh.service - OpenBSD Secure Shell server
  Active: active (running)
πŸ“˜
13Modul Inti
πŸ§ͺ
12Praktikum
⌨️
50+Perintah CLI
πŸ“Š
100%Target Progres

ALUR BELAJAR

Tahapan menjadi administrator Debian dan MikroTik

01

Kenali Debian

Memahami fungsi server, user root, struktur direktori, dan terminal.

02

Atur Jaringan

Mengonfigurasi IP Debian, interface MikroTik, gateway, DNS, dan konektivitas.

03

Pasang Layanan

Menginstal layanan Debian serta mengaktifkan DHCP, NAT, dan firewall MikroTik.

04

Uji dan Dokumentasikan

Menguji layanan, membaca status, memperbaiki error, dan menyusun laporan.

MODUL PEMBELAJARAN

Materi konfigurasi Debian

PROGRES MATERI

Perkembangan belajar konfigurasi Debian

Progres diperbarui otomatis ketika modul ditandai selesai dan tetap tersimpan saat browser ditutup.

0% 0 dari 13 modul selesai
01

Modul 1

Dasar Debian dan Perintah Linux

Mengenal terminal, direktori, pengguna, paket, serta hak akses.

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu menggunakan perintah dasar Debian melalui terminal dengan benar.

pwdMenampilkan direktori aktif. ls -lahMelihat isi direktori secara lengkap. cd /etcBerpindah ke direktori konfigurasi. mkdir latihanMembuat direktori baru. cp sumber tujuanMenyalin file atau direktori. nano file.confMengedit file konfigurasi. apt updateMemperbarui indeks paket. apt install paketMemasang paket aplikasi.
Catatan: Gunakan akun root hanya ketika diperlukan. Perintah administratif dapat dijalankan melalui sudo.
02

Modul 2

Konfigurasi IP Address Statis

Mengatur alamat IP, netmask, gateway, dan DNS pada Debian.

Langkah Konfigurasi

Periksa nama antarmuka jaringan:

ip link
ip address

Edit file konfigurasi jaringan:

nano /etc/network/interfaces

Contoh konfigurasi IP statis:

auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 192.168.10.2
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.10.1
    dns-nameservers 8.8.8.8 1.1.1.1

Terapkan konfigurasi:

systemctl restart networking
ip address
ping -c 4 192.168.10.1
Perhatian: Nama interface dapat berbeda, misalnya ens33, enp0s3, atau eth0.
03

Modul 3

Konfigurasi SSH Server

Mengakses server Debian dari komputer lain secara aman.

Instalasi dan Pengujian
apt update
apt install openssh-server -y
systemctl enable --now ssh
systemctl status ssh

Hubungkan dari komputer klien:

ssh namauser@192.168.10.2

File utama konfigurasi SSH:

/etc/ssh/sshd_config
Setelah mengubah konfigurasi, jalankan systemctl restart ssh.
04

Modul 4

Konfigurasi Web Server Apache

Menyiapkan halaman web lokal pada server Debian.

Instalasi Apache
apt install apache2 -y
systemctl enable --now apache2
systemctl status apache2

Direktori utama dokumen web:

/var/www/html

Buat halaman sederhana:

echo "<h1>Server TKJ Aktif</h1>" > /var/www/html/index.html

Akses dari browser klien:

http://192.168.10.2
05

Modul 5

Konfigurasi DHCP Server

Membagikan alamat IP secara otomatis kepada komputer klien.

Instalasi DHCP
apt install isc-dhcp-server -y
nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Contoh konfigurasi:

subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
    range 192.168.10.100 192.168.10.200;
    option routers 192.168.10.1;
    option domain-name-servers 192.168.10.2;
    default-lease-time 600;
    max-lease-time 7200;
}

Tentukan interface layanan pada /etc/default/isc-dhcp-server:

INTERFACESv4="enp0s3"
systemctl restart isc-dhcp-server
systemctl status isc-dhcp-server
06

Modul 6

Konfigurasi DNS Server BIND9

Menerjemahkan nama domain lokal menjadi alamat IP.

Instalasi DNS
apt install bind9 bind9utils -y

Tambahkan zona pada /etc/bind/named.conf.local:

zone "sekolah.local" {
    type master;
    file "/etc/bind/db.sekolah";
};

Contoh record zona:

$TTL 604800
@   IN  SOA ns.sekolah.local. admin.sekolah.local. (
        2 604800 86400 2419200 604800 )
@   IN  NS  ns.sekolah.local.
ns  IN  A   192.168.10.2
www IN  A   192.168.10.2

Periksa dan uji:

named-checkconf
named-checkzone sekolah.local /etc/bind/db.sekolah
systemctl restart bind9
nslookup www.sekolah.local 192.168.10.2
07

Modul 7

Konfigurasi FTP Server dengan vsftpd

Menyediakan layanan unggah dan unduh file melalui jaringan menggunakan FTP.

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu memasang, mengonfigurasi, menguji, dan mengamankan FTP Server sederhana pada Debian.

1. Instalasi vsftpd
apt update
apt install vsftpd -y
systemctl enable --now vsftpd
systemctl status vsftpd
2. Cadangkan dan edit konfigurasi
cp /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.backup
nano /etc/vsftpd.conf

Pastikan parameter berikut aktif:

listen=NO
listen_ipv6=YES
anonymous_enable=NO
local_enable=YES
write_enable=YES
local_umask=022
chroot_local_user=YES
allow_writeable_chroot=YES
3. Buat pengguna FTP
adduser siswaftp
mkdir -p /home/siswaftp/ftp/upload
chown -R siswaftp:siswaftp /home/siswaftp/ftp
4. Restart dan pengujian
systemctl restart vsftpd
ss -tulpn | grep :21
ftp 192.168.10.2

Pengujian juga dapat dilakukan melalui FileZilla dengan host 192.168.10.2, port 21, serta akun siswaftp.

Keamanan: FTP biasa tidak mengenkripsi nama pengguna, kata sandi, dan data. Untuk lingkungan nyata, pertimbangkan FTPS atau SFTP melalui SSH.
08

Modul 8

Sharing File Debian dengan Samba

Membagikan folder Debian agar dapat diakses dari komputer Windows maupun Linux.

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu membuat folder bersama, akun Samba, hak akses, dan menguji akses dari komputer klien.

1. Instalasi Samba
apt update
apt install samba smbclient -y
systemctl enable --now smbd
systemctl status smbd
2. Buat folder sharing
mkdir -p /srv/samba/tkj
groupadd sambashare
chown -R root:sambashare /srv/samba/tkj
chmod -R 2770 /srv/samba/tkj
3. Buat pengguna Samba
adduser siswa
usermod -aG sambashare siswa
smbpasswd -a siswa
4. Tambahkan konfigurasi share

Edit file /etc/samba/smb.conf, lalu tambahkan bagian berikut di paling bawah:

[DataTKJ]
    path = /srv/samba/tkj
    browseable = yes
    read only = no
    guest ok = no
    valid users = @sambashare
    create mask = 0660
    directory mask = 2770
5. Validasi, restart, dan pengujian
testparm
systemctl restart smbd
smbclient -L //192.168.10.2 -U siswa

Dari Windows, buka File Explorer lalu masukkan:

\\192.168.10.2\DataTKJ
Catatan hak akses: Pengguna harus menjadi anggota grup sambashare dan mempunyai kata sandi Samba agar dapat menulis ke folder.

ROUTEROS & JARINGAN

Materi konfigurasi MikroTik

πŸ“‘ MikroTik RouterOS

Router sebagai pusat pengatur jaringan

MikroTik digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet, membagikan alamat IP, menerapkan keamanan, dan mengatur penggunaan bandwidth. Konfigurasi dapat dilakukan melalui Winbox, WebFig, atau Command Line Interface (CLI).

Winbox RouterOS CLI DHCP NAT Firewall

Contoh topologi dasar laboratorium

🌐 Internet β†’ Modem/ONT β†’ MikroTik β†’ Switch & Klien

Contoh: ether1 sebagai WAN/internet dan ether2 sebagai LAN dengan jaringan 192.168.20.0/24.

09

Modul 9

Pengenalan MikroTik, RouterOS, dan Winbox

Mengenal fungsi router, metode login, interface, dan konfigurasi awal.

Tujuan Pembelajaran

Siswa mampu masuk ke RouterOS, mengenali menu Winbox, mengubah identitas router, dan melakukan pemeriksaan konfigurasi dasar.

Konsep Dasar
RouterOSSistem operasi jaringan yang berjalan pada perangkat MikroTik. WinboxAplikasi berbasis GUI untuk mengelola RouterOS. WebFigAntarmuka konfigurasi RouterOS melalui browser. CLIKonfigurasi menggunakan perintah pada terminal RouterOS.
Contoh konfigurasi identitas router
Winbox: System β†’ Identity β†’ Name: R-MIKROTIK-TKJ
/system identity set name=R-MIKROTIK-TKJ
/system identity print
/interface print
/system resource print
Contoh hasil: prompt terminal berubah menjadi [admin@R-MIKROTIK-TKJ] >, sehingga router mudah dikenali.
10

Modul 10

Konfigurasi Interface, IP Address, Gateway, dan DNS

Menetapkan alamat WAN dan LAN agar router dapat berkomunikasi dengan internet dan klien.

Rencana Alamat Jaringan
InterfaceFungsiContoh alamat
ether1WAN menuju modem192.168.1.2/24
ether2LAN menuju switch192.168.20.1/24
Winbox: IP β†’ Addresses β†’ +
/interface ethernet set ether1 name=WAN
/interface ethernet set ether2 name=LAN
/ip address add address=192.168.1.2/24 interface=WAN comment="IP WAN"
/ip address add address=192.168.20.1/24 interface=LAN comment="Gateway LAN"
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1
/ip dns set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes
Pengujian
/ip address print
/ip route print
/ping 192.168.1.1 count=4
/ping 8.8.8.8 count=4
/ping google.com count=4
Perhatian: Sesuaikan gateway WAN dengan alamat modem. Jangan memberikan dua alamat IP dari subnet yang sama pada interface berbeda tanpa perencanaan.
11

Modul 11

Konfigurasi DHCP Server MikroTik

Membagikan IP, gateway, dan DNS secara otomatis kepada komputer klien.

Contoh kebutuhan

Jaringan LAN menggunakan 192.168.20.0/24. Klien memperoleh IP otomatis dari 192.168.20.10 sampai 192.168.20.200.

Winbox: IP β†’ DHCP Server β†’ DHCP Setup β†’ pilih interface LAN
/ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.20.10-192.168.20.200
/ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=LAN address-pool=pool-lan lease-time=1h disabled=no
/ip dhcp-server network add address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.20.1 dns-server=192.168.20.1,8.8.8.8
Melihat klien yang memperoleh IP
/ip dhcp-server print
/ip dhcp-server lease print
/ip pool print
Contoh: Komputer siswa yang diatur β€œObtain an IP address automatically” akan menerima IP seperti 192.168.20.10/24, gateway 192.168.20.1, dan DNS dari MikroTik.
12

Modul 12

Konfigurasi NAT Masquerade untuk Akses Internet

Menerjemahkan alamat IP privat klien agar dapat mengakses internet melalui interface WAN.

Konsep NAT

Alamat privat 192.168.20.0/24 tidak dirutekan langsung di internet. Aturan srcnat masquerade mengganti alamat sumber klien dengan alamat WAN router.

Winbox: IP β†’ Firewall β†’ NAT β†’ + β†’ Chain: srcnat β†’ Out. Interface: WAN β†’ Action: masquerade
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=WAN action=masquerade comment="Internet untuk LAN"
/ip firewall nat print
Urutan pengujian dari komputer klien
ping 192.168.20.1
ping 8.8.8.8
ping google.com
Analisis gangguan: Jika gateway dapat diping tetapi 8.8.8.8 gagal, periksa route dan NAT. Jika 8.8.8.8 berhasil tetapi nama domain gagal, periksa DNS.
13

Modul 13

Firewall Dasar dan Manajemen Bandwidth

Melindungi router dari akses yang tidak diizinkan dan membatasi bandwidth klien.

Firewall input dasar

Chain input melindungi router. Chain forward mengatur lalu lintas yang melewati router.

/ip firewall filter add chain=input connection-state=established,related action=accept comment="Terima koneksi terkait"
/ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="Buang koneksi invalid"
/ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=accept comment="Izinkan ping"
/ip firewall filter add chain=input in-interface=LAN action=accept comment="Kelola router dari LAN"
/ip firewall filter add chain=input action=drop comment="Tolak akses lain ke router"
Penting: Urutan rule dibaca dari atas ke bawah. Pastikan rule yang mengizinkan akses dari LAN dibuat sebelum rule drop.
Contoh Simple Queue
Winbox: Queues β†’ Simple Queues β†’ +
/queue simple add name="PC-LAB-01" target=192.168.20.10/32 max-limit=5M/5M
/queue simple print stats

Perintah tersebut membatasi unggah dan unduh komputer 192.168.20.10 maksimal 5 Mbps.

SIMULASI INTERAKTIF

Terminal Lab Debian

Terminal Simulasi

DebianLab Terminal Simulator

Ketik help untuk melihat daftar perintah.

LEMBAR KERJA SISWA

Praktikum konfigurasi server

Dasar

Praktikum 1: Identitas dan Jaringan Server

Konfigurasikan hostname dan IP statis pada Debian.

  • Hostname: server-tkj
  • IP: 192.168.10.2/24
  • Gateway: 192.168.10.1
Lihat langkah kerja
  1. Periksa interface menggunakan ip link.
  2. Edit /etc/network/interfaces.
  3. Restart layanan jaringan.
  4. Uji dengan ping.
Dasar

Praktikum 2: Remote SSH

Pasang SSH Server dan lakukan remote dari komputer klien.

  • Port standar: 22
  • Akun klien: siswa
  • Target: 192.168.10.2
Lihat langkah kerja
  1. Instal paket openssh-server.
  2. Aktifkan layanan SSH.
  3. Uji koneksi dari klien.
Menengah

Praktikum 3: Web Server Lokal

Pasang Apache dan tampilkan halaman profil sekolah.

  • Dokumen: /var/www/html/index.html
  • Layanan: apache2
  • Protokol: HTTP
Lihat langkah kerja
  1. Instal Apache.
  2. Edit halaman index.
  3. Akses melalui IP server.
Menengah

Praktikum 4: DHCP Server

Bagikan IP otomatis untuk 20 komputer klien.

  • Range: 192.168.10.100-120
  • Lease: 600 detik
  • DNS: 192.168.10.2
Lihat langkah kerja
  1. Pasang ISC DHCP Server.
  2. Atur subnet dan range.
  3. Pilih interface layanan.
  4. Uji dari klien.
Lanjutan

Praktikum 5: DNS Lokal

Buat domain labtkj.local untuk web server.

  • NS: ns.labtkj.local
  • WWW: 192.168.10.2
  • Paket: bind9
Lihat langkah kerja
  1. Buat zona forward.
  2. Tambahkan record NS dan A.
  3. Validasi zona.
  4. Uji dengan nslookup.
Menengah

Praktikum 6: FTP Server

Buat layanan transfer file untuk pengguna lokal menggunakan vsftpd.

  • Pengguna: siswaftp
  • Folder unggah: /home/siswaftp/ftp/upload
  • Port layanan: 21
Lihat langkah kerja
  1. Pasang dan aktifkan vsftpd.
  2. Aktifkan login pengguna lokal dan izin menulis.
  3. Buat akun serta folder unggah.
  4. Uji proses unggah dan unduh dari klien.
Lanjutan

Praktikum 7: Sharing File Samba

Buat folder bersama yang hanya dapat diakses oleh anggota grup TKJ.

  • Nama share: DataTKJ
  • Folder: /srv/samba/tkj
  • Grup: sambashare
Lihat langkah kerja
  1. Pasang Samba dan buat folder sharing.
  2. Atur grup serta hak akses folder.
  3. Tambahkan akun Samba.
  4. Validasi dengan testparm.
  5. Uji akses baca dan tulis dari Windows.
Dasar

Praktikum 8: Konfigurasi Awal MikroTik

Masuk melalui Winbox dan siapkan identitas serta nama interface router.

  • Identity: R-MIKROTIK-TKJ
  • ether1: WAN
  • ether2: LAN
Lihat langkah kerja
  1. Hubungkan laptop ke MikroTik dan buka Winbox.
  2. Login menggunakan MAC Address atau IP router.
  3. Ubah identity melalui menu System.
  4. Ubah nama interface WAN dan LAN.
  5. Simpan tangkapan layar konfigurasi.
Menengah

Praktikum 9: IP dan DHCP MikroTik

Buat jaringan LAN yang memberikan IP otomatis kepada komputer siswa.

  • Gateway LAN: 192.168.20.1/24
  • Pool: 192.168.20.10-200
  • Lease time: 1h
Lihat langkah kerja
  1. Tambahkan IP pada interface LAN.
  2. Buat IP Pool.
  3. Buat DHCP Server dan DHCP Network.
  4. Atur klien memperoleh IP otomatis.
  5. Periksa daftar DHCP Lease.
Menengah

Praktikum 10: Internet Gateway dan NAT

Hubungkan LAN ke internet melalui interface WAN.

  • Default route: 0.0.0.0/0
  • DNS: 8.8.8.8
  • NAT: masquerade
Lihat langkah kerja
  1. Konfigurasikan IP WAN dan default gateway.
  2. Atur DNS RouterOS.
  3. Buat rule NAT masquerade.
  4. Uji ping IP publik dan nama domain.
  5. Catat hasil pengujian.
Lanjutan

Praktikum 11: Firewall Dasar MikroTik

Buat rule yang mengizinkan pengelolaan router dari LAN dan menolak akses lain.

  • Accept: established,related
  • Drop: invalid
  • Management: hanya dari LAN
Lihat langkah kerja
  1. Buat rule accept koneksi established dan related.
  2. Buat rule drop koneksi invalid.
  3. Izinkan ICMP dan akses dari LAN.
  4. Tambahkan rule drop terakhir.
  5. Uji Winbox dari LAN dan WAN.
Lanjutan

Praktikum 12: Pembatasan Bandwidth

Batasi bandwidth satu komputer laboratorium menggunakan Simple Queue.

  • Target: 192.168.20.10/32
  • Upload: 5M
  • Download: 5M
Lihat langkah kerja
  1. Pastikan klien menggunakan IP tetap atau static lease.
  2. Buat Simple Queue untuk target klien.
  3. Lakukan pengujian kecepatan.
  4. Amati statistik traffic pada queue.
  5. Bandingkan hasil sebelum dan sesudah limit.

Format Penilaian Praktikum

Persiapan alat10% Ketepatan konfigurasi40% Pengujian layanan25% Analisis kesalahan15% Laporan praktikum10%

ISTILAH PENTING

Glosarium Debian dan jaringan

APT

Pengelola paket pada Debian untuk memasang, memperbarui, dan menghapus aplikasi.

Root

Pengguna dengan hak akses administratif tertinggi pada sistem Linux.

Service

Program yang berjalan di latar belakang untuk menyediakan fungsi tertentu.

IP Address

Alamat logis yang digunakan perangkat untuk berkomunikasi dalam jaringan.

Gateway

Perangkat atau alamat tujuan untuk menghubungkan jaringan lokal ke jaringan lain.

DNS

Layanan yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

DHCP

Layanan yang membagikan konfigurasi IP kepada klien secara otomatis.

SSH

Protokol aman untuk mengakses dan mengelola komputer dari jarak jauh.

Apache

Aplikasi web server untuk melayani halaman web melalui HTTP atau HTTPS.

BIND9

Perangkat lunak DNS Server yang umum digunakan pada sistem Linux.

Interface

Antarmuka jaringan fisik atau virtual pada sistem operasi.

Subnet

Pembagian jaringan IP menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil.

FTP

Protokol untuk mengunggah dan mengunduh file antara klien dan server melalui jaringan.

vsftpd

Aplikasi FTP Server yang ringan dan banyak digunakan pada sistem Debian.

Samba

Layanan berbagi file dan printer antara Linux, Windows, dan perangkat lain melalui protokol SMB.

SMB

Protokol jaringan yang digunakan untuk mengakses file, folder, dan printer bersama.

MikroTik

Perangkat dan sistem jaringan yang digunakan untuk routing, firewall, hotspot, VPN, dan manajemen bandwidth.

RouterOS

Sistem operasi milik MikroTik yang menyediakan fitur routing dan pengelolaan jaringan.

Winbox

Aplikasi GUI untuk mengonfigurasi perangkat MikroTik melalui IP Address atau MAC Address.

Bridge

Interface logis untuk menggabungkan beberapa port agar berada dalam satu segmen jaringan.

NAT

Proses menerjemahkan alamat IP, umumnya agar jaringan privat dapat mengakses internet.

Masquerade

Aksi NAT dinamis yang menggunakan alamat IP pada interface keluar sebagai alamat sumber.

Firewall Filter

Aturan untuk menerima, menolak, atau membuang lalu lintas berdasarkan kriteria tertentu.

Simple Queue

Fitur RouterOS untuk membatasi kecepatan unggah dan unduh target jaringan secara sederhana.